Notification

×

Setokok Memanas, Bentrokan Dua Kelompok Massa Tewaskan Dua Orang

Senin | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T02:10:56Z

Bentrokan dua kelompok massa yang diduga berkaitan dengan persoalan pengamanan lahan terjadi di wilayah Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/9/2026).


PELITAKOTA.com | BATAM, Bentrokan antara dua kelompok massa yang diduga berkaitan dengan persoalan pengamanan lahan terjadi di wilayah Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/9/2026).


Peristiwa tersebut menelan korban jiwa. Sedikitnya dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Batam untuk mendapatkan penanganan medis.


Hingga Senin malam, proses pendataan korban masih berlangsung. Karena itu, jumlah pasti korban luka maupun kondisi masing-masing korban belum dapat dipastikan.


Bentrokan bermula dari perselisihan antara dua kelompok massa di lokasi yang disebut berkaitan dengan persoalan pengamanan lahan. Perselisihan tersebut kemudian memanas hingga berujung pada aksi kekerasan dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.


Namun, kronologi lengkap serta pemicu awal bentrokan masih dalam penyelidikan kepolisian. Termasuk pihak yang pertama kali melakukan tindakan kekerasan belum dapat dipastikan secara resmi.


Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., membenarkan bahwa polisi telah mengamankan pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Hal itu disampaikan Asep melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan bentrokan di Setokok.

“Terduga pelaku sudah diamankan berikut barang buktinya,” ujar Irjen Pol Asep Safrudin, Senin (14/9/2026).

Meski demikian, polisi belum merinci jumlah terduga pelaku yang diamankan maupun jenis barang bukti yang disita.


Aparat kepolisian juga masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna mengendalikan situasi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.


Situasi menjadi perhatian karena persoalan yang melibatkan kelompok massa dan sengketa atau pengamanan lahan berpotensi berkembang menjadi konflik terbuka apabila tidak segera ditangani secara hukum.


Dua nyawa yang melayang menjadi harga mahal dari konflik yang belum terselesaikan. Persoalan lahan semestinya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan pengerahan massa dan kekerasan.


Polisi diharapkan mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, bukan hanya mengamankan pelaku di lapangan. Akar persoalan, motif, pihak-pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya aktor lain yang memicu atau menggerakkan bentrokan perlu diungkap secara terang.


Penegakan hukum yang transparan dan profesional penting dilakukan agar kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan sejumlah orang, sementara persoalan yang menjadi pemicu konflik tetap tidak terselesaikan.


Hingga berita ini diterbitkan, identitas dua korban meninggal dunia, jumlah pasti korban luka, kondisi terkini para korban, serta rincian barang bukti yang diamankan masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian. (*)