Notification

×

Banjir Bandang Terjang Simangumban, 38 Rumah Terdampak, Warga Mengungsi ke Gereja dan Kantor Desa

Kamis | April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T02:31:53Z

Banjir bandang di Desa Aek Nabara, Kecamatan Simangumban, Taput. (22/4/2026) 

PELITAKOTA.com|TAPANULI UTARA – Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir bandang di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dua desa terdampak paling parah, yakni Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara.


Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Utara, sebanyak 35 unit rumah mengalami rusak sedang dan 3 unit rumah hanyut terbawa arus sungai yang meluap.


Plt. Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara, Binhot Aritonang, mengatakan curah hujan tinggi sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga melampaui ambang batas.


“Tim gabungan dari BPBD, Dinas Perkim, Dinas PU, serta unsur Forkopimca langsung melakukan evakuasi warga ke lokasi aman,” ujarnya dalam keterangan resmi.


Warga dievakuasi ke dua titik pengungsian, yakni Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara. Hingga Rabu malam, tidak ada laporan korban jiwa. Satu warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

Namun, proses pendataan di lapangan masih terkendala akibat padamnya aliran listrik di wilayah terdampak.



Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dijadwalkan mengambil langkah lanjutan mulai hari ini, Kamis (23/4/2026). Sejumlah upaya yang akan dilakukan antara lain pembangunan posko penanganan bencana, penyediaan dua dapur umum bagi pengungsi, serta pengerahan alat berat untuk membersihkan material banjir yang menutup permukiman dan ruas Jalan Lintas Sumatera.


BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.



Di tengah situasi darurat, warga terdampak berharap pemerintah juga memperhatikan kebutuhan pasca-bencana, percepatan penyaluran bantuan logistik, terutama air bersih jika dibutuhkan, makanan, pakaian, selimut, serta kebutuhan lainnya di lokasi pengungsian.

Selain itu, warga yang rumahnya hanyut berharap nantinya ada bantuan pembangunan kembali atau relokasi ke kawasan yang lebih aman.

Data Sementara Dampak Bencana:

Korban jiwa: Nihil

Luka-luka: 1 orang

Rumah rusak sedang: 35 unit

Rumah hanyut: 3 unit

Lokasi pengungsian: Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara

Pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan seiring perkembangan situasi.(*)