Notification

×

Jalan Tenggelam hingga 3 Meter di Sei Beduk, Warga Khawatir Anak Jadi Korban: Jangan Tunggu Nyawa Melayang!

Sabtu | Mei 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-16T13:05:05Z

Beberapa warga setempat terlihat berjalan kaki untuk melakukan aktivitas sehari- hari di jalan yang tergenang air. (15/5/2026) 

PELITAKOTA.com|BATAM – Warga di salah satu kawasan Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, mengeluhkan kondisi jalan yang kini tergenang air hingga tidak dapat lagi dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. 


Genangan yang berada di kawasan Ruli tepatnya bersebelahan atau disamping Perumahan Laguna, Kelurahan Duriangkang tersebut terlihat semakin parah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir ini.


Sejumlah warga disana meminta agar tidak ada pembiaran terhadap kondisi tersebut karena dinilai sangat menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.


Selain mengganggu akses jalan, genangan air yang berada dekat pemukiman juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak.


Salah seorang warga Perumahan Laguna mengatakan, kondisi itu diduga terjadi akibat aktivitas pemotongan bukit dan pematangan lahan untuk kepentingan pembangunan properti oleh pengembang perumahan di sekitar lokasi.


“Sekarang jalan sudah tidak bisa dilalui lagi. Kami sangat menyayangkan kondisi ini karena aktivitas warga jadi terganggu. Di sekitar lokasi juga terlihat tanah timbuhan dibuang sembarangan saat pematangan lahan,” ujar warga tersebut.


Warga menduga perubahan kontur lahan menyebabkan aliran air tertahan hingga membentuk kubangan besar di badan jalan. Bahkan, warga memperkirakan kedalaman genangan telah mencapai lebih dari tiga meter di beberapa titik.


“Kami khawatir anak-anak jadi korban karena sering bermain di sekitar lokasi. Jangan sampai ada kejadian seperti di tempat lain baru ada tindakan,” katanya.


Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kota Batam segera turun langsung ke lokasi untuk mengecek aktivitas pematangan lahan dan memastikan legalitas maupun perizinan pihak-pihak yang melakukan pekerjaan tersebut.


Warga juga berharap pemerintah memberikan teguran tegas kepada pihak yang diduga menyebabkan terganggunya lingkungan dan akses masyarakat.


“Kami minta pemerintah jangan tinggal diam. Sebelum ada korban jiwa, harus segera ada tindakan nyata,” ungkap warga lainnya.


Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui kepada siapa harus mengadu karena pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas pematangan lahan disebut saling lempar tanggung jawab terkait persoalan yang ada. 

Warga berharap persoalan genangan di Sei Beduk segera mendapat perhatian serius agar aktivitas masyarakat kembali normal dan keselamatan lingkungan sekitar tetap terjaga.(*)