Notification

×

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster, Potensi Kerugian Negara Senilai 48 Miliar

Sabtu | Mei 03, 2025 WIB Last Updated 2025-05-04T18:44:03Z

Benih Lobster yang diamankan Pihak Bea Cukai Batam di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. (2/5/2035) 

PELiTAKOTA.com|BATAM, Bea Cukai Batam kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih benih lobster melalui jalur udara di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pada Jumat (02/05/2025). 


Benih lobster tersebut akan diterbangkan menuju keluar wilayah Indonesia secara ilegal, adapun penindakan yang dilakukan terkait penyelundupan tersebut sebanyak dua kali penindakan sekaligus dalam satu hari sama. 


Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Zaky Firmansyah, melalui Kepala Bidang BKLI, Evi menjelaskan, penindakan pertama dilakukan tanggal 2 Mei 2025 pukul 10.30 WIB petugas melakukan analisis terhadap manifes kargo pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 152 rute JKT-BTH. Dijelaskan, atas kegiatan tersebut berawal dari kecurigaan terhadap sebuah Air Way Bill (AWB) yang dibawa oleh laki-laki berinisial Y (26 tahun), yang menginformasikannya sebagai garmen. 


Lebih lanjut dijelaskan, ketika pesawat mendarat pada pukul 11.25 WIB, tim Bea Cukai Batam melakukan pencarian terhadap barang tersebut untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam. Pada akhirnya terhadap AWB tersebut dilakukan pemeriksaan awal dan didapati sejumlah bungkusan plastik yang berisi benih bening lobster. 


Berdasarkan hasil pencacahan oleh petugas Bea Cukai Batam, ditemukan 158.790 ekor benih lobster dengan rincian 157.749 ekor benih lobster pasir dan 1.041 benih lobster mutiara, dengan total potensi kerugian negara sebesar 23,8 miliar rupiah.


“Berdasarkan penindakan pertama, petugas melakukan pengembangan, dimana diduga masih terdapat kargo pesawat dengan identifikasi nama penerima yang sama dengan penerima case Benih Bening Lobster pertama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kargo tersebut kembali diangkut menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 156", jelasnya. (3/5/2025/


"Setelah pesawat landing pada pukul 18.21 WIB, petugas melakukan pemeriksaan terhadap cargo pesawat, adapun hasilnya ditemukan sejumlah 7 koli paket benih bening Lobster. Atas temuan tersebut petugas melakukan pemeriksaan x-ray dengan hasil citra serupa dengan paket pertama. Kali ini jumlahnya lebih banyak, yaitu sejumlah 163.200 ekor benih Lobster pasir dengan total potensi kerugian negara sebesar 24,5 miliar rupiah,” lanjut Evi.


Ia mengatakan lebih lanjut lagi, atas penindakan tersebut kemudian barang bukti diamankan ke Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, serta pelaku diserahterimakan kepada Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.


*Bea Cukai Batam Lakukan Pelepasliaran Benih Lobster*


Bea Cukai Batam bersama dengan Polda Kepri, Bakamla RI, BAIS TNI, Lanud Hang Nadim, Balai Karantina Batam dan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam melaksanakan kegiatan pelepasliaran benih lobster tersebut di perairan Pulau Galang.


“Saat ini modus yang digunakan oleh para penyelundup telah beralih, yang pada mulanya sering melakukan kegiatan melalui jalur laut, saat ini melakukan kegiatannya melalui jalur udara. Namun tentunya tim kami sudah mengantisipasi perubahan modus tersebut dengan selalu melakukan patroli rutin dan tindakan pengawasan lainnnya,” tutup Evi.


Perlu diketahui, penyelundupan benih lobster dapat dijerat Pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) dan Pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 dan/atau Pasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Perikanan dan/atau Pasal 87 jo Pasal 34 UU RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp3.000.000.000 (tiga miliar rupiah).

(*)