Notification

×

Panti Pijat Tradisional di Kecamatan Sagulung dan Batuaji Diduga Banyak yang Beralih Fungsi

Selasa | Februari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T16:09:12Z

Pijat Tradisional. (net) 

PELiTAKOTA.com|BATAM, Beberapa  tempat panti pijat tradisional (massage) yang beroperasi di Kota Batam, Kepulauan Riau diduga telah beralih fungsi menjadi tempat prostitusi. 


Tempat usaha yang diketahui sebagai penyedia jasa terapi pijat untuk relaksasi, kesehatan, dan pemulihan tubuh dengan teknik pijatan tradisional banyak ditemui dan diduga menjadi usaha yang secara terang-terangan menawarkan layanan prostitusi terselubung kepada pelanggannya. 


Keberadaan tempat-tempat ini telah mulai meresahkan warga sekitar sehingga memicu desakan kepada dinas yang membidangi dan pihak kepolisian untuk melakukan penutupan  atau penyegelan. 


Hal ini diharapkan jadi perhatian serius dinas terkait dan agar memberikan tindakan tegas kepada pelaku usaha yang melanggar aturan dan telah sengaja menyalahgunakan izin usaha yang dimiliki. 


Di katakan seorang warga Sagulung (meminta namanya tidak dipublikasikan) ke media ini, salah satunya panti pijat tradisional yang diduga menyalahi aturan adalah Massage Makmur. Panti pijat tradisional yang tidak jauh dari kantor kecamatan Sagulung ini diduga belum kantongi ijin dan telah secara terang- terangan menawarkan tarif prostitusi kepada tamunya. (17/02/2026) 


" Saya ke kepanti pijat ini beberapa minggu lalu, karena kebetulan dekat dari rumah tinggal saya. Saat itu, saya meminta layanan pijat tradisional di tempat itu kelelahan karena telah seharian naik kapal dari Dumai - Batam, saya tidak dilayani, padahal ada tiga orang tenaga kerja sedang duduk bersantai, saat saya bertanya malah pasang tarif untuk aneh-aneh". katanya.


"Tempat itu saya lihat buka hingga larut malam dan sepertinya hanya berkedok layanan pijat kebugaran dan relaksasi saja, saya duga hanya untuk menyembunyikan transaksi prostitusi untuk mengelabui publik", lanjutnya. 


Terkait perizinan dan pengawasan awak media ini masih berupaya meminta tanggapan pihak kecamatan Sagulung dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam untuk pemberitaan lebih lanjut. (*)