![]() |
Sejumlah pekerja yang merupakan peserta aktif BPJS Kesehatan dikabarkan tengah merencanakan aksi unjuk rasa dalam waktu dekat ini.
Adapun rencana aksi tersebut muncul sebagai bentuk keberatan atas pernyataan yang dinilai merendahkan martabat peserta jaminan kesehatan nasional.
Mereka menyampaikan bahwa iuran BPJS Kesehatan selalu dibayarkan disetiap bulan melalui pemotongan gaji maupun secara mandiri, sehingga tidak tepat jika disebut sebagai “gratisan”.
Salah seorang perwakilan tenaga kerja Anuar Musadat, mengatakan pihaknya tidak hanya berencana menggelar unjuk rasa, tetapi juga ingin bertemu langsung dengan dokter MN untuk meminta klarifikasi.
“Kami ini pekerja, iuran kami dipotong setiap bulan. Jadi kalau ada pernyataan seperti itu mengatakan gratisan, tentu kami merasa tersinggung, hal ini tidak bisa dibiarkan, kami ingin penjelasan secara terbuka,” kata tenaga kerja yang sudah mengabdi puluhan tahun di kawasan Industri Batam Centre ini, (23/02/2026)
Menurutnya, aksi tersebut nantinya akan dilakukan secara tertib dengan menyampaikan aspirasi secara damai. Para peserta juga berencana melayangkan surat resmi kepada manajemen rumah sakit tempat dokter MN berpraktik, agar persoalan ini dapat diselesaikan secara profesional.
Sejumlah pekerja berharap polemik ini tidak berlarut-larut dan dapat dijelaskan oknum dokter MN untuk penyelesaiannya . Mereka menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan bentuk gotong royong seluruh rakyat Indonesia, sehingga seluruh peserta memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari dokter MN terkait rencana aksi tersebut dan pihak RS Elisabeth Batam Kota, kalangan pekerja mengharapkan dapat segera memberikan klarifikasi guna menjaga kondusivitas serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kota Batam. (*)
