![]() |
| Sejumlah anak-anak sekolah berjalan kaki dan hendak menyeberang di Jl. S Parman tepatnya didepan sekolah SMPN 40 Sei Beduk, Batam. (6/3/2026) |
PELiTKOTA.com| BATAM– Warga Kelurahan Duriangkang dan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam meminta pemerintah Kota Batam melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan bangunan-bagunan liar berupa kios-kios yang berdiri di sepanjang jalan yang menutupi saluran parit di sepanjang jalan S Parman.
Adapun bangunan liar yang dikeluhkan warga setempat dan pengguna jalan didaerah itu berada di kawasan persekolahan. Keberadaan kios yang menutup saluranair didaerah itu diduga menjadi penyebab utama banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Menurut salah seorang warga setempat, Asian Sinaga, kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat. Parit yang tertutup bangunan liar dan tumpukan sampah membuat aliran air tidak lancar sehingga air meluap ke jalan ketika hujan turun.
“Kalau musim hujan, jalan di sini sering banjir. Paritnya tertutup kios-kios liar dan juga banyak sampah, sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik,” ujar Asian Sinaga. (5/3/2026)
Selain persoalan banjir, kawasan tersebut juga merupakan jalur yang sangat padat karena berada di depan sejumlah sekolah. Di wilayah itu terdapat lima sekolah yang berdekatan, yakni SDN 008, SMPN 40, SMAN 28, SMKN 9, serta sekolah swasta Holy Vision yang melayani pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Kondisi jalan yang sempit akibat keberadaan kios liar juga dinilai sangat membahayakan keselamatan para pelajar. Setiap hari, terutama saat jam masuk dan pulang sekolah, arus lalu lintas di Jalan S. Parman itu kerap mengalami kemacetan dan rawan kecelakaan.
Asian Sinaga berharap Pemerintah Kota Batam tidak hanya menertibkan bangunan liar di wilayah tersebut, tetapi juga membangun fasilitas pendukung keselamatan bagi para pelajar.
“Anak-anak sekolah sangat membutuhkan jalur khusus pejalan kaki atau trotoar disana, supaya mereka lebih aman saat berangkat dan pulang sekolah,” katanya.
Ia juga menilai penertiban bangunan liar itu penting untuk mendukung program kebersihan yang sedang digencarkan oleh Wali Kota Batam dan wakilnya, Bapak Amsakar Achmad dan ibu Li Claudia Chandra agar lingkungan kota tetap tertata dan bebas dari penyumbatan saluran air.
Dan, warga setempat juga berharap Camat Sei Beduk dan Satpol PP bersama instansi terkait turun ke lokasi untuk melihat langsung serta melakukan penertiban, sehingga saluran parit kembali berfungsi normal dan kawasan sekolah menjadi lebih aman, tertib, serta bebas banjir.(*)
