Notification

×

Viral Penjual Sapu Lidi Bersama Putrinya yang Menangis, Tamparan Keras di Tengah Maraknya Korupsi

Senin | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T03:09:18Z

Seorang ayah diduga penyandang disabilitas netra tampak duduk di tepi jalan sambil ditemani putri kecilnya yang setia mendampingi saat berjualan sapu lidi. Momen yang viral di media sosial ini menyentuh hati publik dan menjadi potret perjuangan keluarga kecil dalam mencari nafkah di tengah keterbatasan. Hingga kini, lokasi dan identitas keduanya belum diketahui secara pasti. Foto: Tangkapan layar media sosial.


PELITAKOTA.COM – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menyentuh hati warganet. Rekaman itu memperlihatkan seorang ayah diduga penyandang disabilitas netra berjalan menyusuri jalanan sambil menjajakan sapu lidi. Di sampingnya, seorang anak perempuan yang diperkirakan berusia sekitar empat tahun setia menemani.


Video tersebut direkam oleh seorang warga yang merasa iba melihat perjuangan ayah dan anak itu. Dalam rekaman, sang anak yang disebut-sebut bernama Amel tampak menangis sambil diduga menahan lapar.


"Pak... Amel lapar," demikian kalimat yang terdengar dari mulut mungil bocah tersebut, membuat banyak orang yang menyaksikan video itu ikut terenyuh.


Yang lebih menyentuh perhatian publik, pada tas yang dibawa sang ayah tertulis sebuah pesan sederhana namun sarat makna: "Silakan ambil kembaliannya." Tulisan itu diduga dibuat karena sang ayah memiliki keterbatasan penglihatan sehingga tidak dapat memastikan jumlah uang yang diberikan jika ada pembeli maupun menghitung uang kembalian. Ia memilih mempercayakan kejujuran kepada siapa pun yang membeli dagangannya.


Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti lokasi maupun daerah asal video tersebut. Identitas ayah dan anak dalam video juga belum dapat dipastikan. Redaksi masih berupaya memperoleh informasi lebih lanjut mengenai waktu dan tempat kejadian.


Terlepas dari belum terverifikasinya lokasi video, kisah tersebut telah memantik empati masyarakat. Banyak warganet berharap ada pihak yang dapat membantu keluarga tersebut serta memastikan mereka memperoleh akses terhadap bantuan sosial dan perlindungan yang menjadi hak setiap warga negara.


Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang harus berjuang keras demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan di tengah berbagai keterbatasan fisik. Di saat seorang ayah penyandang disabilitas mempertaruhkan tenaga dan martabatnya untuk mencari nafkah secara halal, publik juga terus dihadapkan pada berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah.


Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga mengurangi kemampuan negara menghadirkan layanan publik dan program kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, penegakan hukum terhadap setiap dugaan korupsi harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu berdasarkan alat bukti yang sah, agar anggaran negara benar-benar kembali kepada rakyat.


Video ayah dan anak tersebut menjadi pengingat bahwa kejujuran masih hidup di jalanan, bahkan dari mereka yang hidup dalam keterbatasan. Sementara itu, seluruh penyelenggara negara dan pejabat publik dituntut menjaga amanah jabatan dengan integritas serta menjauhkan diri dari praktik korupsi yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat.


Di balik sapu lidi yang dijajakan dari satu jalan ke jalan lain, tersimpan pelajaran besar tentang kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang seorang ayah. Semoga kisah ini tidak berhenti sebagai video viral semata, melainkan menjadi panggilan bagi semua pihak untuk memperkuat kepedulian sosial dan memastikan bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.(red)