Notification

×

PJS Kepri Desak Propam dan Bea Cukai Usut Dugaan Penyelundupan di Tanjung Riau dan Dapur 6 Sembulang

Selasa | Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T01:27:24Z

Foto kolase kegiatan di 2 pelabuhan rakyat pada malam dan siang hari, Batam. 

PELITAKOTA.com | BATAM, Aktivitas dugaan penyelundupan rokok non cukai dan berbagai jenis barang impor ilegal, seperti beras oplosan dan minuman beralkohol (mikol), kian marak melalui Pelabuhan Rakyat Tanjung Riau, Sekupang dan Dapur 6, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam. 


Sumber di lapangan juga menyebut dugaan adanya keterlibatan seorang oknum anggota kepolisian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan itu berlangsung rutin. Bongkar muat dilakukan pada malam hari, bahkan kadang sore hari, menyesuaikan kondisi di lapangan.


Sejumlah truk bermuatan barang terlihat masuk ke kawasan pelabuhan sejak sore hingga malam hingga dini hari, lalu muatannya dipindahkan ke kapal-kapal kayu . Pola ini diduga bertujuan menghindari pemeriksaan Bea Cukai dan kewajiban pembayaran pajak kepabeanan.


"Biasanya barang yang mereka muat ke kapal itu seperti gula impor, beras oplos, susu, daging beku, elektronik, dan ada juga mikol, rokok non cukai dan berbagai jenis barang lainnya," ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (5/10/2026).


Sumber lain menyebut dugaan keterlibatan oknum polisi berinisial LB alias SM, yang disebut bertugas di Polres Karimun. Menurut sumber itu, LB diduga ikut andil dalam kegiatan tersebut, meski peran pastinya, termasuk apakah sebagai pemodal, belum diketahui.


Sumber itu juga menyebut LB telah lama berkalaborasi dengan seorang oknum yang mengaku wartawan yang diduga menjadi koordinator untuk memuluskan aksi penyelundupan, dengan kerja sama yang disebut dimulai dari aktivitas di Tanjung Riau.


Terkait hal ini, Ketua DPD Pemerhati JurnalisMedia  Siber (PJS) Kepulauan Riau, Gusmanedy Sibagariang, A.Md., menyayangkan informasi yang berkembang tersebut.


"Seharusnya setiap anggota kepolisian menjadi musuh pelaku kejahatan, dan bukan sebaliknya," ujarnya.

Gusmanedy meminta Kapolda Kepri yang baru, Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., memberi atensi serius dan memerintahkan Propam Polda Kepri menyelidiki informasi itu secara internal. Ia juga mendesak Bea Cukai Batam, khususnya Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2), menindaklanjuti dugaan penyelundupan di Dapur 6 Sembulang.


Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi Polda Kepri dan Bea Cukai Batam dan Pihak yang disebut berinisial LB alias SM yang sebelumnya telah dihubungi wartawan melalui WhatsApp pada 18/9/2026, namun belum memberikan jawaban. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang disebutkan dalam berita ini untuk diterbitkan kembali di edisi selanjutnya. (*) 



.