Notification

×

Ketua DPRD Batam Terima Penghargaan Kolaborasi Investasi 2026, Dorong Sinergi Pembangunan

Selasa | Maret 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T08:00:28Z
Ketua DPRD Kota Batam, M Kamaluddin menerima penghargaan Kolaborasi Investasi Tahun 2026 dari BP Batam di Grand Mercure Batam Center. (16/3/2026) 

PELITAKOTA.com|BATAM- Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menerima penghargaan kolaborasi investasi tahun 2026 dalam kegiatan yang digelar oleh BP Batam di Grand Mercure Batam Centre, Senin (16/3/2026) sore.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, serta disaksikan langsung oleh Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Selain Ketua DPRD Batam, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif dalam mendukung iklim investasi di Kota Batam. Beberapa instansi dan lembaga lainnya turut menerima penghargaan serupa atas peran mereka dalam pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Kamaluddin menyampaikan apresiasi kepada BP Batam atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai penghargaan ini menjadi dorongan untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, kerja sama yang solid antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam meningkatkan daya tarik investasi di Batam.

Sementara itu, Amsakar Achmad menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Batam sebagai salah satu tujuan investasi di Indonesia. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kepercayaan tersebut melalui peningkatan kinerja dan pelayanan.

Menurutnya, capaian ekonomi Batam pada tahun 2025 menunjukkan tren positif, yang juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat dari menurunnya angka kemiskinan dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 3,8 persen pada 2025.

Ia menambahkan, peningkatan investasi diharapkan berjalan seiring dengan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. (hms)