Peninjauan tersebut turut didampingi Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, S.H., M.Han., serta jajaran pimpinan OPD teknis terkait sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Kehadiran langsung Bupati bersama unsur Forkopimda di lokasi menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tidak tinggal diam terhadap setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya infrastruktur penghubung antarwilayah yang menjadi urat nadi ekonomi dan aktivitas harian warga desa.
Jembatan tersebut diketahui memiliki peran penting sebagai jalur mobilitas masyarakat, akses anak-anak menuju sekolah, hingga jalur distribusi hasil pertanian warga di Kecamatan Simangumban. Kondisi infrastruktur yang dikhawatirkan masyarakat pun langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dalam peninjauan itu, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa pemerintah harus hadir di tengah masyarakat dan bergerak cepat setiap kali ada keluhan maupun persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
“Akses konektivitas seperti jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan, ekonomi, dan aktivitas sehari-hari warga. Pemerintah harus cepat hadir, melihat langsung kondisi di lapangan, lalu mengambil langkah penanganan yang tepat,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan agar dinas teknis segera melakukan pemetaan dan langkah percepatan penanganan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir.
Sikap responsif dan kepedulian yang ditunjukkan Bupati Taput tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Pardomuan. Warga menilai kehadiran langsung pimpinan daerah memberikan harapan dan rasa tenang karena aspirasi mereka cepat ditindaklanjuti.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan perangkat teknis dalam peninjauan itu juga menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat benar-benar dirasakan hingga pelosok desa di wilayah Tapanuli Utara.
/Diskominfo Taput
