Notification

×

Sei Beduk Berbenah! Proyek Drainase Senilai Rp32 Miliar Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Banjir

Selasa | Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T06:15:47Z
Progres pembangunan saluran drainase di Jalan S. Parman, kawasan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Selasa (4/8/2026). Proyek pembangunan drainase yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Batam dan BP Batam dengan total nilai lebih dari Rp32 miliar ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air serta mengurangi potensi banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut. (Foto: PelitaKota)

PELITAKOTA.com | BATAM – Upaya pemerintah dalam membenahi infrastruktur dasar di Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, terus menunjukkan progres. Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, pembangunan sistem drainase dengan total nilai mencapai Rp32.239.978.632 atau lebih dari Rp32 miliar tengah berlangsung di sejumlah titik strategis sebagai bagian dari langkah mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.


Proyek tersebut disambut positif oleh warga yang berharap pembangunan saluran drainase berskala besar ini mampu meningkatkan kapasitas aliran air dan meminimalkan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.


Berdasarkan data di lapangan, pembangunan drainase di Sei Beduk terbagi dalam dua paket pekerjaan yang dikerjakan oleh dua instansi berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat infrastruktur kawasan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat.


Adapun paket pertama dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Pemerintah Kota Batam melalui Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase yang Terhubung Langsung dengan Sungai Dalam Daerah Kabupaten/Kota.


Pekerjaan tersebut berupa Pembangunan Drainase Jalan S. Parman (Kawasan GMP Piayu) dengan nilai kontrak Rp15.033.388.842, berdasarkan Nomor Kontrak 07/000.3.3/KONTRAK/PBSDP/DRAINASE/IV/2026 tertanggal 20 April 2026. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 240 hari kalender dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan di lapangan.


Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam turut memperkuat sistem drainase melalui proyek Peningkatan Drainase di Tanjung Piayu dengan nilai kontrak Rp17.206.589.790 berdasarkan Nomor Kontrak 08/SPJ/PPK.5127.RM.RBC.005.051.A/07/2026 tertanggal 2 Juli 2026.

Proyek yang memiliki masa pelaksanaan 180 hari kalender tersebut dikerjakan oleh PT Artha Gemah Lestari dengan pengawasan CV Gamma 91.


Jika digabungkan, nilai kedua proyek mencapai Rp32.239.978.632, menjadikannya salah satu investasi infrastruktur drainase yang cukup besar di kawasan Sei Beduk pada tahun anggaran 2026.


Atas pembangunan drainase tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai proyek ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan banjir yang telah lama dikeluhkan, khususnya di wilayah Tanjung Piayu dan sekitarnya.


Salah seorang warga Sei Beduk, PS Simatupang (45), menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta para anggota DPRD Kota Batam yang dinilai telah memperjuangkan kebutuhan masyarakat.


"Kami mewakili warga Sei Beduk, khususnya Kelurahan Tanjung Piayu, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemko Batam, BP Batam, serta anggota DPRD Kota Batam dari daerah pemilihan ini. Selama bertahun-tahun, saat hujan deras turun, kawasan kami sering dilanda genangan air. Kami berharap dengan adanya pembangunan drainase ini, persoalan banjir dapat berkurang sehingga lingkungan menjadi lebih nyaman, aman, dan tertata," ujar Simatupang.


Menurutnya, keberadaan drainase yang memadai bukan hanya berdampak pada kelancaran aliran air, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan kenyamanan lingkungan, serta mendorong pertumbuhan kawasan.


Warga juga berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal, mengedepankan kualitas konstruksi, serta dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Dan, pembangunan drainase tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan infrastruktur perkotaan di Kecamatan Sei Beduk. Meski demikian, efektivitasnya dalam mengatasi banjir secara permanen baru dapat dinilai setelah proyek selesai dan beroperasi, termasuk didukung dengan pemeliharaan saluran secara berkelanjutan serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase. (*)