Notification

×

Amsakar Tegaskan Pemerintah Tak Boleh Reaktif Hadapi Informasi Digital, Kinerja Harus Terukur

Rabu | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T05:27:49Z
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan sejumlah penerima penghargaan berfoto bersama usai penyerahan penghargaan dalam rangkaian kegiatan Pemerintah Kota Batam. Pose bersama tersebut menjadi bagian dari apresiasi atas kontribusi dan capaian dalam mendukung pembangunan serta pelayanan masyarakat di Kota Batam.

PELITAKOTA.com | BATAM – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta seluruh jajaran pemerintahan meningkatkan literasi digital serta lebih bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi di ruang digital.

Menurut Amsakar, keterbukaan informasi publik membuat pemerintah tidak hanya dituntut bekerja cepat, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang tepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh pegawai maupun pimpinan entitas pemerintahan agar tetap menjaga integritas institusi dan tidak mudah bersikap reaktif terhadap berbagai informasi yang beredar, khususnya melalui media sosial.

“Setiap informasi resmi yang diterbitkan di Media Center maupun bpbatam.go.id, seluruh akun OPD wajib membagikan ulang. Langkah ini penting agar informasi yang miring atau bias di ruang publik bisa kita luruskan dengan cepat,” tegas Amsakar.

Ia menilai, penguatan komunikasi publik menjadi penting untuk mencegah informasi yang tidak utuh berkembang menjadi persepsi negatif di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memperkuat jaringan publikasi internal dan mengoptimalkan media sosial resmi sebagai kanal penyampaian informasi pemerintah.

Selain persoalan komunikasi publik, Amsakar turut menyoroti percepatan pembangunan fisik dan infrastruktur di Kota Batam.

Ia meminta Dinas Bina Marga dan Cipta Karya bersama unit terkait melakukan evaluasi secara ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.

Evaluasi tersebut diperlukan agar setiap pekerjaan berjalan sesuai target, sekaligus mencegah terjadinya keterlambatan yang dapat menimbulkan persoalan lebih besar, termasuk risiko putus kontrak.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, pengawasan yang konsisten, serta koordinasi antarpihak agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dalam sektor pelayanan dasar, persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius Amsakar.Ia meminta tim teknis menyusun peta jalan pembenahan jaringan air dalam jangka panjang. Namun, di tengah proses pembenahan tersebut, penanganan kondisi darurat tetap harus dilakukan, termasuk mendistribusikan air menggunakan mobil tangki ke wilayah yang terdampak.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan pipa tua memang ada, tetapi kawan-kawan di lapangan harus hadir membawa solusi dan menenangkan warga. Terima kasih kepada tim yang bergerak cepat merespons aduan masyarakat,” ujarnya.

Amsakar menegaskan, persoalan pelayanan dasar tidak cukup hanya dibahas dalam rapat. Pemerintah harus hadir di lapangan dan memastikan masyarakat mendapatkan solusi ketika menghadapi gangguan pelayanan.

Pada sisi internal pemerintahan, Amsakar juga menyoroti tingginya permohonan izin perceraian di lingkungan ASN Pemerintah Kota Batam.

Ia meminta pimpinan OPD bersama jajaran terkait meningkatkan pembinaan dan mengedepankan upaya mediasi guna membantu menyelesaikan persoalan keluarga yang dihadapi ASN.

Selain pendekatan melalui mediasi, Amsakar mendorong penguatan pembinaan spiritual melalui kegiatan keagamaan dan pengajian. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga sekaligus menjaga kualitas kehidupan sosial ASN.

Mengakhiri arahannya, Amsakar menyampaikan optimisme terhadap penguatan sinergi antara Pemko Batam dan BP Batam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia berharap pertumbuhan ekonomi Batam dapat menembus angka 7 persen pada triwulan mendatang.

“Batam saat ini menjadi perhatian nasional, mulai dari jenderal, menteri, hingga investor. Cara terbaik kita membalas perhatian tersebut adalah dengan mempersembahkan kinerja terbaik, menjaga soliditas, dan bekerja optimal demi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Bagi Amsakar, perhatian nasional terhadap Batam harus dijawab bukan sekadar dengan wacana, melainkan melalui kerja nyata, pelayanan publik yang semakin baik, pembangunan yang tepat sasaran, serta sinergi pemerintahan yang solid. (Humas Diskominfo)