Notification

×

Dugaan Praktek Perjudian di Hotel Satria Terkesan Dilindungi, Inisial EdQ Disebut Bos Judi Ternama dan Kebal Hukum

Jumat | Agustus 29, 2025 WIB Last Updated 2025-08-29T11:06:02Z

Hotel Satria Karimun, Kepri. 

PELiTAKOTA.com|KARIMUN, Menindak lanjuti jawaban Kapolres Karimun atas konfirmasi dugaan praktek perjudian yang berlangsung di Satria Hotel Karimun baru inj, awak media kembali melakukan investigasi khusus ke lokasi gelanggang permainan Satria Hotel Karimun. Kamis (29/8/2025).


Sebelumnya, kepada pemimpin redaksi salah satu media online, Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K, MH mengatakan tidak ada praktek perjudian berlangsung di Satria Hotel Karimun tersebut.


Melalui percakapan chat WhatsApp, Kapolres menyebutkan di Satria Hotel Karimun memang ada gelanggang permainan namun memiliki ijin oss pariwisata. Jenis permainannya pada umumnya sama dengan gelper-gelper di Batam, tidak ada penukaran dengan uang melainkan hadiah sama seperti di Batam.


“Tidak ada yang kebal hukum bapak, jajaran kami kalau ada perjudian kami sikat. Saya sudah perintahkan jajaran saya, jika ditemukan unsur perjudian kami sikat tanpa ampun,” tulis Kapolres menjawab konfirmasi awak media.


Membandingkan hasil investigasi khusus yang kembali dilakukan awak media, jawaban Kapolres Karimun yang mengatakan tidak ada praktek perjudian di Satria Hotel Karimun dinilai tidak mendasar dengan fakta di lapangan.


Praktek perjudian di gelanggang permainan Satria Hotel Karimun tampak jelas, secara terang-terangan pengelola membayarkan kemenangan pemain dengan uang cash, tidak dengan berupa hadiah barang.


Tidak hanya itu, dalam investigasi hingga Jumat subuh 02.15; awak media juga mendapatkan informasi dari salah satu pengunjung bahwasanya perjudian bola pingpong, kasino berlangsung di lantai 3 dan 4 Satria Hotel Karimun ini.


Hanya orang tertentu yang memiliki akses ataupun yang diperbolehkan naik kelantai atas untuk menikmati permainan perjudian yang disediakan oleh pengelola Satria Hotel Karimun.


“Hanya orang tertentu bang yang diperbolehkan naik ke atas, aksesnya terbatas. Diatas layaknya lokasi perjudian ala-ala kasino Singapura. Fungsi hotel ini berubah tidak lagi menyediakan kamar penginapan,” ujar S yang tidak berkenan identitasnya dituliskan untuk alasan keamanan.


Lanjut sumber mengatakan bahwa Bos atau pengelola aktivitas perjudian di Hotel Satria berinisial  EdQ, bahkan selain dari aktivitas di Hotel Satria, Ed Q, juga disebut sebagai Bos Judi, diantaranya; Siji, Cap ciki, Kamboja, Hongkong dan Togel.


” EdQ, saat ini di karimun Bos atau pengendali perjudian ternama dan kebal hukum di Tanjungbalai Karimun sekitarnya, ujarnya. 


Mengacu undang-undang di Indonesia, kriteria perjudian adalah adanya permainan yang didalamnya kemungkinan mendapat keuntungan tergantung pada untung-untungan, atau karena keterampilan pemainnya, dengan adanya unsur taruhan dan risiko untuk memenangkan uang atau hadiah yang dipertaruhkan.


Artinya, dalam taruhan dan hadiah ini ada pihak yang bertaruh dan akan ada pihak yang kalah membayar pihak yang menang sesuai perjanjian, atau ada hadiah/imbalan yang dipertaruhkan.


Pengunjung ataupun pemain di Gelper Satria Hotel Karimun dalam keadaan sadar bertarung mempertaruhkan uangnya untuk mencari kemenangan.


Harapan Masyarakat Untuk Karimun yang Aman dan Kondusif


Atas masih berlangsungnya praktek perjudian di Satria Hotel Karimun ini, integritas serta kinerja kepolisian Polres Karimun dipertaruhkan Dimata masyarakat.


Masyarakat berharap kepada kepolisian Polres Karimun untuk segera bertindak untuk menutup kegiatan yang melanggar hukum dan norma agama ini demi tercapainya Karimun yang aman dan kondusif.


Sebelumnya diberitakan, aktivitas gelanggang permainan yang disebut-sebut beraroma perjudian di Hotel Satria Karimun masih terus berlangsung.


Santernya informasi dugaan praktek perjudian ini juga mendapat sorotan dari berbagai pihak, LSM dan organisasi keagamaan. Bahkan sejumlah media juga turut serta memberitakan dugaan perjudian di Hotel Satria Karimun ini.


Atas masih berlangsungnya aktivitas perjudian di Hotel Satria ini, masyarakat bertanya kinerja pemerintah dan aparat kepolisian Polres Karimun.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih akan melanjutkan investigasi menyeluruh dan meminta kembali keterangan Kapolres Karimun atas berlangsungnya praktek perjudian di Karimun ini.(Tim)