Notification

×

DPRD Batam Dukung Penyelesaian Melalui Dialog dalam Polemik Penghentian Tambang Pasir dan Tanah Timbun

Rabu | Mei 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T03:14:24Z

Foto bersama seusai melaksanakan mediasi dan audensi di Gedung DPRD Kota Batam. 

PELITAKOTA.com|BATAM – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Anwar Anas, menghadiri mediasi dan audiensi yang difasilitasi Polresta Barelang terkait rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan komunitas supir truk Bumi Armada Jaya (BAJ) Kota Batam. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolresta Barelang, Rabu (6/5/2026).

Mediasi digelar sebagai upaya membangun komunikasi antara para pemangku kepentingan menyusul penolakan komunitas BAJ terhadap kebijakan penghentian aktivitas tambang pasir dan tanah timbun di wilayah Kota Batam.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, serta dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Anwar Anas mengapresiasi langkah Polresta Barelang yang mengedepankan pendekatan dialogis guna mencari jalan keluar atas persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, forum mediasi menjadi ruang yang penting untuk mempertemukan berbagai pandangan sehingga setiap pihak dapat menyampaikan aspirasi dan kepentingannya secara terbuka dan konstruktif.

“Pertemuan berlangsung sangat komunikatif dan penuh kesadaran bahwa kita semua menginginkan yang terbaik bagi Kota Batam,” ujar Anwar Anas.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya perwakilan komunitas BAJ, karena menunjukkan sikap kooperatif dan itikad baik dalam mencari solusi bersama atas persoalan yang dihadapi.

Anwar menilai, setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas perlu dikomunikasikan secara baik agar tercipta pemahaman yang sama dan dapat meminimalkan potensi gesekan di lapangan.

Lebih lanjut, ia berharap dialog yang telah terbangun dapat menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang mengakomodasi berbagai kepentingan, baik dari sisi pembangunan, keberlanjutan lingkungan, maupun kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor terkait.

“Harapannya, melalui komunikasi dan dialog yang terbuka, setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh serta mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Mediasi tersebut berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh pihak sepakat untuk terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi dalam menyikapi berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan pembangunan dan aktivitas ekonomi di Kota Batam.(hms)