Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Paket Kiriman Barang Berisi Ganja, Diamankan Bea Cukai Batam

Selasa, 22 Februari 2022 | 08:22 WIB Last Updated 2022-02-23T01:31:58Z


Daun Ganja Kering yang di sembunyikan di dalam karburator kendaraan/ Foto/hms


Pelitakota.com|Batam, Bea Cukai Batam berhasil melakukan penindakan terhadap paket barang kiriman. Kali ini modus yang dipakai adalah menyelipkan ganja seberat 26 gram di dalam sebuah karburator. Paket barang kiriman tersebut akan dikirimkan dari Batam ke Jakarta.


Penindakan tersebut merupakan hasil kerjasama petugas pemeriksa barang pada Kantor Bea Cukai Batam yang dibantu dengan mesin X-ray dan Tim Anjing Pelacak Bea Cukai Batam.

“Tanggal 03 Februari 2022, sekira pukul 13.00 WIB, di Tempat Penimbunan Sementara (TPS)


“IBU”, petugas pemeriksa barang Bea Cukai Batam mencurigai sebuah paket yang sedang diperiksa melalui mesin x-ray. Kemudian Tim Anjing Pelacak Bea Cukai Batam melakukan

pelacakan terhadap paket yang diberitahukan sebagai sparepart,” ungkap Kepala Seksi

Layanan Informasi, Undani.


Diketahui paket kiriman tertera nama pengirim VP, dengan penerima inisial P yang beralamat di sebuah perumahan di daerah Pasar Minggu, Jakarta.


“Anjing Pelacak Bea Cukai Batam memberikan respons ketika memeriksa paket tersebut,

selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih mendalam bersama kuasa barang dengan cara

membuka isinya,” lanjut Undani.


Dalam hasil pemeriksaan, petugas mendapati karburator kendaraan yang disisipi dengan daun-daun hijau kering yang diduga merupakan ganja/marijuana sebanyak 26 gram.


“Untuk memastikan daun kering tersebut maka dilakukan uji narkotest E dan dihasilkan warna

ungu yang berarti daun kering tersebut positif sebagai ganja.” jelas Undani.


Terhadap barang bukti telah diserahterimakan kepada pihak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut.


Dijelaskan Undani, Upaya penyelundupan ganja tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112

ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum

Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah). Hms/Red


×
Berita Terbaru Update