Notification

×

Kebutuhan Air Bersih di Kota Batam Bergantung Pada 6 Waduk

Kamis | September 15, 2022 WIB Last Updated 2022-09-16T11:07:34Z

Salah satu waduk di kota Batam,Sumber air minum dikota Batam, terlihat mengalami penurunan debit air. (15/09/22) Foto. SOP

BATAM | Suplai air di Kota Batam, Kepulauan Riau saat ini sedang mengalami krisis hal tersebut disebabkan oleh kurangnya ketersediaan air baku di sejumlah DAM atau waduk untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat Kota Batam yang populasinya kian bertambah.


Perlu diketahui, Kota Batam tidaklah memiliki mata air dan sungai seperti daerah lainnya. Saat ini sejumlah wadah mengalami penurunan debit air Hulu. Hal tersebut membuat waduk menjadi sarana utama dalam memenuhi kebutuhan air.


Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masayarakat kota Batam selama ini hanya bergantung dari waduk, ada 6 (enam) waduk yang difungsikan untuk menampung air hujan yang kemudian diolah menjadi air bersih. Diantaranya waduk Sei Harapan, Nongsa, Sei Ladi, Muka Kuning, Duriangkang dan waduk Sei Gong.


Manajemen Air Minum Batam Hilir mengatakan, bahwa pasokan air yang ada pada keenam waduk tersebut tidak mampu menyuplai kebutuhan air bagi masyarakat Batam yang tiap tahun mengalami pertambahan penduduk.


Menurutnya, wajar kalau suplai air di Batam sulit dan bahkan mati untuk daerah yang elevasinya tinggi. Hal tersebut dikarenakan SPAM Batam masih menggunakan pompa untuk menyalurkan air ke setiap rumah rumah. 


Selain itu, ada beberapa pipa air yang mengalami kebocoran akibat pengerjaan jalan, salah satunya di area Simpang Barelang yang mengharuskan pengelola air bersih Batam Hilir untuk mematikan air untuk sementara hingga pengerjaan tersebut selesai sehingga suplai air di Batuaji sekitarnya akan terganggu.

Sementara, kata warga perumahan Permai Jodoh, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batuampar, Swandi Asun mengaku adanya kendala suplai air. Namun menurut Asun, keluhan dari masyarakat disikapi secara sigap oleh pihak pengelola air bersih Batam Hilir.


“Kami berharap agar permasalahan suplai air sesegara mungkin dapat ditangani. Untuk sementara ini mobil tangki air menyuplai kebutuhan air masyarakat,” tutur Asun kepada media. (SOP)