Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Demi Dapatkan Air Bersih di Batam, Warga Harus Langgar PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 11:05 WIB Last Updated 2021-07-23T04:23:06Z






Pelitakota.com-Batam, Warga Kaveling Bukit Kamboja, RT 04 RW 015, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, sangat menyesalkan pelayanan air bersih yang dikelolah oleh PT Moya Indonesia. 


Kekecewaan warga atas pendistribusian air bersih bukan tidak berdasar, sebab sejak tiga hari lalu air tidak mengalir di daerah tersebut.


dijelaskan  Seorang warga disana, penghuni Blok FF Kavling Bukit Kamboja, Gokkon Sinurat, kepada wartawan media ini, Kamis (22/07/2021) mengatakan, bahwa kondisi air tidak mengalir total sejak tiga hari lalu, atau tepatnya sejak hari Selasa 20/07 hingga saat ini.


Atas tidak tersedianya air bersih tersebut, warga harus membeli dari jasa penyedia dengan harga Rp 10.000 per drumnya.


"Air tidak mengalir total sudah tiga hari  belakangan ini. Sekarang warga terpaksa harus beli air bersih dari lori air dengan harga 10 ribu setiap drumnya," kata Gokkon Sinurat.


Selain penyalurannya yang tidak lancar, kata Gokkon Sinurat, Bahkan Setelah air bersih di Kota Batam dikelolah oleh MOYA Indonesia, kwalitas air yang mengalir ke rumah warga juga tidak sebaik sebelumnya.


"Sejak air bersih di Kota Batam dikelolah oleh PT MOYA, air sering mati apalagi siang hari, selain itu kwalitas air juga tidak sebaik sebelumnya, Air sekarang sering berwarna kekuningan dan juga ada seperti kotoran bercampur dengan air, Ujarnya.


Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua RT 04/RW 015, Kaveling Bukit Kamboja, Gopok Sibagariang. Menurutnya,  pihaknya atas nama warga dan perangkat telah menyurati pihak kantor cabang PT MOYA Cabang Batu Aji.


Adapun poin-poin yang terdapat dalam surat yang dilayangkan pihak warga melalui perangkat disampaikannya, sebagai berikut;

1. Air tidak mengalir pada pagi hari hingga sore hari (air tidak lancar mengalir.

2. Air mengalir pada saat malam hari pukul 22.00 WIB.

3. Air berwarna kekuning-kuningan

4. Air berbau lumpur



Dikantornya, di Komplek Ruko Sabina, Kelurahan Sei Langkai, Gopok menyampaikan bentuk kekecewaannya atas ketidak profesionalan  pengelolah atau pendistribusian air bersih tersebut, dan menurutnya di situasi  ini tidak seharusnya terjadi, ia berharap persoalan ini dapat diatasi dengan Segerah.


" Surat keberatan warga dan perangkat RT 04 RW 015 Kavling Bukit Kamboja, telah kita sampaikan kepada pihak PT MOYA Indonesia, Cabang Batu Aji".


Dikatakannya lagi, saat ini Pemerintah Kota Batam lewat diberlakukannya PPKM, mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah. 


"Sesuai anjuran Pemerintah, selama pemberlakuan PPKM di Kota Batam, warga harus mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun dengan kondisi air tidak mengalir seperti saat ini, warga terpaksa harus keluar rumah untuk mengantri menunggu lori penjual air bersih lewat," ucap Gopok.


Lebih lanjut Ia mengatakan lagi, bahwa dengan kondisi ini, tidak jarang warganya harus pergi menumpang mandi ke rumah kerabat atau saudara.


"Kasihan melihat warga, dimana sebagian warga disini harus menumpang mandi ke rumah kerabat atau saudara," katanya.


(Red)



×
Berita Terbaru Update