Notification

×

Kematian Natanael Simanungkalit Jadi Sorotan, Keluarga Tuntut Transparansi dan Keadilan

Selasa | April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T05:16:33Z

Rumah Sakit Bhayangkara Batam, Kepulauan Riau. 

PELITAKOTA.com|​BATAM – Institusi kepolisian di Kepulauan Riau tengah diguncang kabar duka sekaligus dugaan kasus kekerasan internal. Seorang anggota Polri muda bernama Natanael Simanungkalit (NS), yang baru saja menyelesaikan pendidikan pada Desember 2025, dilaporkan meninggal dunia secara mendadak.


​Hingga Selasa (14/4/2026) pagi, jenazah korban masih berada di ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani proses autopsi. Langkah medis ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian yang hingga kini masih menjadi pertanyaan pihak keluarga.



​Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB menunjukkan suasana duka yang mendalam. Pihak keluarga tampak menunggu proses autopsi dengan raut wajah terpukul. Orang tua korban mengaku sangat terkejut atas kepergian putra mereka yang baru saja memulai karier sebagai abdi negara.


​"Kami sangat terpukul. Tidak pernah menyangka anak kami akan pergi secepat ini, apalagi dengan kondisi seperti ini," ungkap salah satu anggota keluarga dengan nada suara bergetar saat ditemui di rumah sakit.


​Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan adanya dugaan kekerasan fisik yang dialami korban. Dugaan ini mengarah pada keterlibatan oknum senior serta beberapa rekan satu angkatan (letting) korban.

​Meski demikian, kronologi detail peristiwa yang merenggut nyawa NS, tersebut masih belum terungkap secara gamblang. Pihak kepolisian saat ini dikabarkan tengah melakukan penyelidikan internal secara intensif.


​Sampai berita ini dipublikasikan, pihak Polda Kepulauan Riau belum memberikan keterangan pers secara rinci mengenai kronologi maupun hasil awal pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Hasil autopsi dari tim forensik diharapkan menjadi kunci utama untuk mengungkap fakta di balik tragedi ini.


​Keluarga korban secara tegas menuntut adanya keadilan dan proses hukum yang transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.


​"Kami hanya ingin kebenaran. Kalau memang ada yang salah, kami berharap diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkas perwakilan keluarga.


​Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat dampaknya terhadap citra institusi penegak hukum. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan menunggu klarifikasi resmi dari Kabid Humas Polda Kepri terkait perkembangan kasus ini.

​(PjS)